Sabtu, 07 Desember 2013

Budidaya Tanaman Tomat

1. Syarat Tumbuh

  • Tomat dapat ditanam di dataran rendah/dataran tinggi
  • Tanahnya gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 - 6
  • Curah hujan 750 - 1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian
  • Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak, tetapi juga akan merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman

2. Pola Tanam

  • Tanaman yang dianjurkan adalah jagung, padi, sorghum, kubis dan kacang-kacangan
  • Dianjurkan tanam sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk memberikan keadaan yang kurang disukai oleh organisme jasad pengganggu

3. Penyiapan Lahan

  • Pilih lahan gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong, tembakau dan kentang
  • Untuk mengurangi nematoda dalam tanah genangilah tanah dengan air selama dua minggu
  • Bila pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam
  • Buatlah bedengan selebar 120-160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal
  • Buatlah parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air
  • Berikan pupuk dasar 4 kg Urea /ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCl per 1000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah
  • Atau jika pakai Pupuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di atas bedengan

4. Pemilihan Bibit

  • Pilih varietas tahan dan jenis Hybryda ( F1 Hybryd )
  • Bibit berdaun 5-6 helai daun (25-30 HSS=hari setelah semai) pindahkan ke lapangan
  • Untuk mengurangi stress awal pertumbuhan perlu disiram dulu pada sore sehari sebelum tanam atau pagi harinya (agar lembab)

e. Pemupukan

  • Dosis pupuk per hektar secara umum adalah: N 90 - 120 kg, P2O5 60 kg, K2O 50 kg, atau berdasarkan teknologi Bagan Warna Daun (BWG) dan perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS)
  • Pupuk dasar diberikan sebelum tanam atau pada saat tanam, dengan dosis 1/3 bagian N, P2O5dan K2O diberikan sekaligus
  • Pupuk susulan pertama diberikan pada usia tanaman 2 minggu dengan dosis 1/3 bagian N
  • Pupuk susulan kedua diberikan pada usia tanaman 2 minggu dengan dosis 1/3 bagian N

f. Pengairan

  • Sejak tanam hingga satu minggu kemudian, air perlu tersedia cukup untuk mendukung pertumbuhan akar tanaman dan anakan baru
  • Menjelang pemupukan dilakukan pengeriangan sampai keadaan macak-macak
  • Fase primordia sampai fase bunting, lahan digenangi setinggi 5 cm untuk menekan pertumbuhan anakan baru
  • Selama fase bunting sampai fase berbunga, secara priodik lahan diairi dan dikeringkan
  • Pada fase pengisian biji, ketinggian air di pertahankan sekitar 3 cm. Setelah fase pengisian biji, lahan diairi dan dikeringkan secara bergantian
  • Seminggu menjelang panen, lahan mulai dikeringkan agar proses pematangan biji lebih cepat dan lahan tidak becek saat panen

g. Penyiangan

  • Penyiangan dilakukan paling sedikit 2 kali dengan menggunakan landak atau gasruk
  • Penyiangan dilakukan menjelang pemupukan susulan pertama dan kedua

h. Pengendalian OPT

  • Hama utama Tomat: Tikus Sawah, Wereng Coklat, Penggerek Batang Tomat dan Keong Mas
  • Penakit utama Tomat: Tungro dan Hawar Daun Bakteri
  • Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara hayati, biopestisida, fisik dan mekanis serta pestisida kimia sesuai dengan anjuran

i. Panen

  • Waktu panen yang tepat adalah pada saat biji masak fisiologis, yaitu sekitar 90 - 95 % malai telah menguning
  • Gunakan alat potong (sabit bergerigi) yang tajam untuk memperkecil tingkat kerontokan gabah saat panen
  • Potong jerami sekitar 20- 25 cm diatas permukaan tanah, kemudian diletakkan dan ditumpukkan diatas alas terpal plastik atau goni bekas
  • Tomat yang sudah dipotong secepatnya dirontok menggunakan banting baertirai atau Power Tresher

Budidaya Kalapa Sawit

a. Syarat Tumbuh

  • Lama penyinaran matahari 5 - 7 jam/hari
  • Curah hujan antara 1500 - 4000 mm/tahun
  • Suhu optimal 240 - 280 0C
  • Ketinggian tempat 1 - 1500 m dpl
  • Ketinggian angin untuk penyerbukan 5 - 6 km/jam
  • Tekstur tanah lempung, aerasi baik dan subur
  • Kedalama solum 80 cm
  • pH tanah 4 - 6
  • Jenis tanah Aluvial, Podsorik merah kuning, Regosol, ultisol dan Latosol

b. Varietas yang dianjurkan

  • PT. Tania Selatan : D x P TANI SELATAN 1 (TS 1), D x P TANI SELATAN 2 (TS 2), D x P TANI SELATAN 3 (TS 3)
  • PT. Bakti Tani Nusantara D x P TANI NUSANTARA (TN 1)
  • PT. Bina Sawit Makmur D x P SRIWIJAYA 1 (SJ-1), PT. Bina Sawit Makmur D x P SRIWIJAYA 2 (SJ-2), PT. Bina Sawit Makmur D x P SRIWIJAYA 3 (SJ-3), PT. Bina Sawit Makmur D x P SRIWIJAYA 4 (SJ-4), PT. Bina Sawit Makmur D x P SRIWIJAYA 5 (SJ-5), PT. Bina Sawit Makmur D x P SRIWIJAYA 6 (SJ-6)
  • PT Socfin Indonesia D x P SOCFIN LA ME, D x P SOCFIN YAGAM
  • PT. London Sumatera D x P Bah Lias 1, D x P Bah Lias 2, D x P Bah Lias 3, D x P Bah Lias 4

c. Persemaian

  • Media berupa tanah dicampur pupuk organik (1:1)
  • Masukkan media kedalam polibag ukuran 15 x 23 cm
  • Polibag ditempatkan diatas bedengan
  • Tanam kecambah pada polibag sedalam 2 cm
  • Setelah bibit berumur 3 - 4 bulan dan berdaun 4 - 5 helai, pindahkan ke polibag ukuran 40 x 50 cm
  • Polibg diatur dengan sistem mata 5 berjarak 90 x 90 x 90 cm
  • Persemaian disiram 2 kali sehari
  • Penyiangan 1 kali/bulan
  • Penyortiran bibit pada umur 4 - 9 bulan
  • Pemupukan pembibitan sebagai berikut :
  • Pupuk Majemuk (NPK-Mg)
    > 15-15-6-4
    Minggu ke 2 & 3 (2gr);
    Minggu ke 4 & 5 (4gr);
    Minggu ke 6 & 8 (6gr);
    Minggu ke 10 & 12 (2gr);
    > 12-12-17-2
    Minggu ke 14, 15, 16 & 20 (8gr);
    Minggu ke 22, 24, 26 & 28 (12gr);
    Minggu ke 30, 32, 34 & 36 (17gr);
    Minggu ke 38 & 40 (20gr);
    > 12-12-17-2
    Minggu ke 19 & 21 (4gr);
    Minggu ke 23 & 25 (6gr);
    Minggu ke 27, 29 & 31 (8gr);
  • Bibit siap dipindahkan ke kebun umur 10 - 12 bulan

d. Pengolahan tanah

  • Pembersihan lahan areal tanaman
  • Tanam kacang-kacangan (Leguminase Cover Crop/LCC) sebagai tanaman penutup tanah
  • Pemancangan patok tanam sistem mata lima
  • Pembuatan lubang tanam ukuran 60 x 60 x 60 cm, dengan jarak 9 x 9 x 9 cm

e. Penanaman

  • Penanaman dilakukan awal musim hujan
  • Kebutuhan bibit 143 pohon/ha
  • Lepaskan polibag, kemudian tanam bibit kedalam lubang yang telah disiapkan, lalu padatkan tanah disekitar tanaman

f. Pemeliharaan tanaman

  • Penyulaman dilakukan dengan bibit yang umurnya sama
  • Penyiangan dipinggiran atau disekitar pohon
  • Pembersihan alang-alang secara manual atau menggunakan herbisida
  • Pemupukan sebagai berikut :
  • Urea
    1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36 225 kg/ha
    2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst 1000 kg/ha
    TSP
    1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36 115 kg/ha
    2. Bulan ke 48 & 60 750 kg/ha
    MOP/KCL
    1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36 200 kg/ha
    2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst 1200 kg/ha
    Kieserite
    1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36 75 kg/ha
    2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst 600 kg/ha
    Borax
    1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 & 36 20 kg/ha
    2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst 40 kg/ha
  • Pemupukan pada awal atau akhir musim hujan
  • Pemangkasan daun dilakukan sebagai berikut :
  • - Pemangkasan pasir berupa membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk pada umur 16 - 20 bulan
    - Pemangkasan produksi berupa memotong pelepah yang tubuh saling menumpuk atau songgo dua bersamaan panen (umur 20 - 28 bulan)
    - Pemangkasan pemeliharaan berupa membuang pelepah songgu dua secara rutin, pada pokok tanaman dipertahankan 28 - 54 pelepah
  • Kastari bunga yaitu memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh ( umur 12 - 20 bulan)
  • Penyerbukan :
  • - Penyerbukan dibantu oleh manusia, saat bunga umur 2 - 7 minggu
    - Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit (SPKS), Elaeidobius camerunicus

g. Pengendalian OPT

  • Hama: Tungau, Ulat Setora
  • Penyakit: Root Blast, Ganis Kuning, Dry Basal Root
  • Pengendalian: Dilakukan dengan menggunakan pestisida

Panen dan Pasca Panen

  • Panen dimulai pada umur tanaman 2,5 tahun
  • Ciri tandan matang panen apabila > 2 buah brondolan yang lepas atau jatuh dari tandan
  • Tandan buah segar (TBS) yang telah dipanen dikumpulkan di tempat yang telah disediakan
  • TBS diangkut ke pabri, untuk diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO)

Budidaya Kemiri

a. Syarat Tumbuh

  • Curah hujan antara 1500 - 2400 mm
  • Suhu optimal 20 - 27 0C
  • Ketinggian tempat 0 - 800 m dpl
  • Tekstur tanah berpasir, aerasi baik dan subur
  • Kedalaman solum 80 cm
  • pH tanah 5 - 8
  • Jenis tanah Podsolik dan Latosol

b. Klon anjuran

  • Kemiri minyak 1/K-1 (Populasi Banyuresmi, Garut)
  • Kemiri minyak 2/K-2 (Populasi Jumar, Majalengka)

c. Persemaian

  • Perbanyak tanaman dengan biji berkecambah, okulasi dan sambung
  • Tanah dicampur kompos 1 : 1 masukkan dalam polibag
  • kecambah dipindah ke polibag ukuran 20 x 25 cm
  • Entres berasal dari pucuk pohon induk fase vegetative

d. Pengolahan tanah

  • Pembersihal lahan areal tanaman
  • Tanam penutup tanah dengan kacang-kacangan (Leguminase Cover Crop/LCC)
  • Pemancangan patok tanam ukuran 7.5 x 7.5 m
  • Pembuatan lubang tanam, 40 x 40 x 40 cm dengan jarak 7.5 x 7.5 m
  • Lubang tanam diberi pupuk kandang 5 kg/lubang dan phosphat 50 gr

e. Penanaman

  • Penanaman dilakukan awal musim hujan
  • Kebutuhan bibit 205 pohon/ha
  • Bibit siap tanam umur 10 - 12 bulan
  • Tanam bibit tanpa polibag pada lubang yang telah disiapkan

f. Pemeliharaan tanaman

  • Penyulaman dilakukan dengan bibit yang umurnya sama
  • Penyiangan dipinggiran atau disekitar pohon
  • Pembersihan alang-alang secara manual atau menggunakan herbisida
  • Pembuangan tunas air dilakukan secara rutin
  • Pemupukan sebagai berikut :
  • Umur tanaman tahunan
    Dosis pupuk (gr/pohon)
    Urea SP-36 KCL Dolomit
    < 1 135 50 120 100
    1 270 100 250 150
    2 400 150 350 200
    3 550 200 450 250
    4 700 300 600 300
    5 1000 400 850 500
    > 6 1250 500 1100 600

g. Pengendalian OPT

  • Hama: Tungau, Ulat, Bekicot, Penggerek daun
  • Penyakit: Jamur pada batang
  • Pengendalian: Dengan menggunakan pestisida

Panen dan Pasca Panen

  • Panen perdana pada umur 3 - 4 tahun
  • Tanda buah siap dipanen bila 2/3 bagian kulit buah berwarna kuning kecoklatan, atau diremas terasa lembut dan empuk
  • Buah yang telah dipanen dikumpulkan, kemudian buah diperam selama satu minggu
  • Angkut ke pabrik untuk diolah menjadi minak nabati

Budidaya Tanaman Kelapa

a. Syarat Tumbuh

  • Curah hujan 1300 - 2300 mm/tahun
  • Suhu optimal 20 - 27 0C
  • Ketinggian tempat 1 - 450 m dpl
  • Tekstur tanah :berlempung, remah berpasir aerasi baik
  • Kelembaban udara 70 - 80 %
  • pH tanah 5.2 - 8
  • Jenis tanah Aluvial, Laterik dan ultisol

b. Varietas anjuran

  • Kelapa Genjah (Dworf Coconut): kelapa Gading, Kelapa Raja, Kelapa Puyuh, Kelapa Raja Malabar
  • Kelapa Dalam (Kelapa Tinggi): Kelapa Hijau, Kelapa Merah Coklat, Kelapa Kelabu Coklat
  • Kelapa Unggul Lokal: Mapanget (Minahasa), Mentok (Banyumas), Sarkoni (Tasikmalaya), Bali (Beji), Tulung Agung (Beji), Bojonegoro (Jerebeng), Pulau Seribu (Beji), Banyuwangi (Beji), Banyumas (Beji), Jepara (Beji), Boyolali (Beji), Lokal Lampung (Lampung)

c. Pembibitan

  • Siapkan campuran pupuk organik dan tanah (1:1) sebagai media semai
  • Masukkan media tanah kedalam polibag ukuran 40 x 50 cm
  • Polibag diatur dalam bedengan dengan jarak 90 x 90 cm
  • Bibit ditanam dalam polibag dengan posisi mata tumbuh menghadap keatas
  • Persemaian disiram 2 kali sehari
  • Penyiangan 1 kali sebulan atau secukupnya
  • Sortasi bibit pada umur 4 - 9 bulan
  • Pemupukan pembibitan, sebagai berikut :
  • Umur Bibit (bulan)
    Kebutuhan Pupuk (gr/tanaman)
    N (Urea/ZA) P (TSP) K (KCL/MOP) MG (Kies)
    1 5/10 50 75 100
    2 5/10 75 125 150
    3 5/10 100 150 200
    4 10/15 200 400 400
    5 10/15 300 600 500
    6 10/15 400 800 750
    7 15/20 500 1000 1000
    8 15/20 600 1250 2000
    9 15/20 700 1500 2500

d. Pengolahan tanah

  • Pembersihal lahan areal tanaman
  • Tanam penutup tanah dengan kacang-kacangan (Leguminase Cover Crop/LCC)
  • Pemancangan patok tanam dengan sistem mata lima jarak 9 x 9 x 9 m
  • Pembuatan lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm

e. Penanaman

  • Penanaman dilakukan awal musim hujan
  • Umur bibit 10 - 12 bulan
  • Tanam bibit tanpa polibag pada lubang yang telah disiapkan

f. Pemeliharaan

  • Penyulaman dilakukan dengan bibit yang umurnya sama
  • Penyiangan dipinggiran atau disekitar pohon sebulan sekali atau secukupnya
  • Pengendalian lalang dengan manual atau herbisida
  • Pemupukan sebagai berikut :
  • - Jenis pupuk yang digunakan; Urea 100 gr/pohon, SP-36 100 gr/pohon, RP 100 gr/pohon, KC 100 gr/pohon, Kies 100 gr/pohon, Borak 100 gr/pohon diberikan satu bulan setelah tanam
    - Pemupukan selanjutnya diberikan 2 kali/tahun pada awal dan akhir musim hujan dengan dosis sbb:
    1. Umur 2 tahun 400 gr/pohon
    2. Umur 3 tahun 700 gr/pohon
    3. Umur 4 tahun keatas 1000 gr/pohon

g. Pengendalian OPT

  • Hama: Kembang Badak, Belalang, Ngengat, Bunga Kelapa, Ulat Api, Ulat Arthona, Kembang Brontispa dan Tupai
  • Penyakit: Lethal Yellowing, Kaincope Disease, Bronzel Leaf Wilt dan But Rot
  • Pengendalian: Dilakukan dengan cara mekanis, fisik dan kimia (Penggunaan pestisida)

Panen dan Pasca Panen

  • Dipanen setelah berumur 4 - 5 tahun
  • Ciri buah matang panen adalah warna kulit kuning tua kecoklatan
  • Cara panen dengan memotong tandan buah yang sudah matang
  • Hasil panen dikumpulkan dan diangkut kegudang untuk diolah atau dipasarkan
  • Pemupukan pada awal dan akhir musim hujan

Sabtu, 26 Oktober 2013

Budidaya Kacang Kedelai

a. Syarat Tumbuh

  • Tanaman kedelai tumbuh baik didaerah yeng beriklim sub-tropis
  • Curah hujan antara 100 - 200 ml/bulan
  • Suhu antara 21 - 34 oC, optimal pada 23 - 27 oC
  • Jenis tanah yang cocok: Aluvial, Regosol, Grumosol, Latosol dan Andosol
  • pH tanah 5,8 - 7,0

b. Varietas yang dianjurkan

    Otan, Ringgit 317, sumbing 452, Merapi 520, Shakti945, Metam 1, Metam 2 dan Tidar serta masih banyak merk-merk lain

c. Pengolahan Lahan

    Ada 2 cara persiapan lahan untuk peneneman kedelai, yaitu :
  • Tanpa pengolahan tanah (zero tillage) pada sawah bekas tanaman padi
  • Dengan pengolahan tanah. Pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan dua kali :
  • - Pengolahan pertama dilakukan untuk membalikkan tanah menjadi bongkahan-bongkahan kemudian dibiarkan selama 5 - 7 hari
    - Pengolahna kedua dilakukan untuk menggemburkan, meratakan dan membersihkan tanah dari sisa-sisa tanaman
    - Setelah pengolahan, dibuat bedengan dengan lebar 50 - 60 cm dan tinggi 20 cm serta pembuatan drainase dengan jarak antara 3 - 4 m
  • Pengapuran
  • - Tanah dengan pH < 5,5 dilakukan pengapuran - Pengapuran dilakukan satu bulan sebelum tanam, dengan dosis 2 - 3 ton/ha

d. Penanaman

  • Persiapan
  • - Gunakan benih unggul bersertifikat
    - Tanah yang belum pernah ditanami kedelai, benih dicampur dengan legin
    - Kebutuhan benih 40 - 60kg/ha
  • Jarak penanaman
  • - Masukkan 2 - 3 biji perlubang dengan cara ditugal sedalam 3 - 5 cm
    - Jarak tanam 20x20 cm; 20x35 cm atau 20x40 cm

e. Pemeliharaan tanaman

  • Penyulaman dilakukan setelah tanaman berumur satu minggu
  • Penyiangan :
  • - Penyiangan pertama pada umur 2 - 3 minggu
    - Penyiangan kedua pada saat tanaman selesai berbunga, sekitar 6 minggu
    - Penyiangan dilakukan dengan menggunakan tangan, kored atau menggunakan herbisida selektif

f. Pemupukan

  • Dosis pupuk/ha : 50 kg N, 100 kg P dan 50 kg K
  • Waktu pemupukan : pupuk dasar diberikan sebelum tanam, pupuk susulan 20 -39 HST
  • Cara pemupukan : pupuk dasar disebar, sedangkan pupuk susulan ditugal diantara barisan

g. Pengairan

    Pengairan di perlukan pada fase pertumbuhan vegetatif, fase pembungaan dan fase pengisian polong

Panen dan Pasca Panen

a. Ciri dan umur panen

  • Dengan cara memotong
  • - Setelah 95% polong berwarna coklat dan daun berwarna kuning
    - Pemotongan dilakukan kurang lebih 5 cm diatas permukaan tanah
  • Pasca panen
  • - Jemur brangkasan kedlai diatas alas dengan ketebalan sekitar 25 cm
    - Biji dirontok secara manual atau dengan menggunakan power tresher setelah brangkasan kering
    - Biji yang sudah terpisah kemudian dibersihkan lalu dijemur sampai mencapai kadar air 14%, kemudian dimasukkan dalam wadah yang kering untuk disimpan digudang

Kamis, 24 Oktober 2013

Budidaya Jagung

a. Syarat Tumbuh

  • Ketinggian tempat 100 - 1800 m dpl
  • Curah hujan 85 - 200 mm/bulan
  • Jenis tanah bertekstur lempung/liat (Latosol) berdebu
  • pH > 5

b. Varietas anjuran

  • Hibrida C1, Hibrida C2, Pioneer 1, Pioneer2, IPB 4, CPI-1, CPI-2, BISI-1, BISI-2, P-3, P-4, P-5 dan C-3
  • Composite: Bogor Composite, Parikesit, Sadewa, Nakula, Pioneer, Kaliangga, Wiyasa, Arjna, Baster Kuning, Kania Putih, Metro, Harapan, Bima, Permadi, Semar 1 dan Semar 2.

c. Persiapan Benih

  • Varietas unggul bersertifikat
  • Benih yang dibutuhkan sebanyak 20 - 30 kg/ha

d. Pengolahan tanah

  • Tanah diolah pada kondisi lembab
  • Tanah yang sudah gembur cukup diolah secara minimum tilage
  • Tahapan pengolahan tanah adalah sbb:
  • - Bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman
    - Cangkul tanah sedalam 15 - 20 cm, lalu balikkan dan ratakan
    - Buat bedengan selebar 3 - 4 m panjang sesuai kondisi lahan
    - Buat parit-parit disekeliling bedengan, dengan lebar 30 - 40 cm dan dalam 30 cm
    - Beri kapur 300 kg/ha jika pH tanah < 5, dengan cara disebar pada barisan tanaman sebulan sebelum tanam

e. Cara penanaman

  • Lubang tanam dibuat dengan alat tugal
  • Kedalaman lubang tanam antara 3 - 5 cm
  • Setiap lubang tanam diisi satu butir untuk hibrida, dan dua butir untuk composite
  • Jarak tanam sekitar 75 x 25 cm (tergantung varietas)

f. Pemeliharaan tanaman

  • Penyulaman dan penjarangan
  • - Penyulaman dilakukan 7 -10 HST - Penjarangan atau seleksi dilakukan setiap waktu apabila terdapat tanaman yang tumbuh tidak normal
  • Penyiangan dan pembubunan
  • - Penyiangan dilakukan 2 kali umur 15 HST dan 30 HST
    - Pembubunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan

g. Pemupukan

  • Nitrogen (90 - 120 kg/ha), Phospat (45 - 60 kg/ha), Kalium (25 - 35 kg/ha) dan pupuk organik secukupnya
  • Waktu pemupukan
  • - Pupuk dasar diberikan menjelang tanam (1/3 bagian N, 1 bagian P dan 1 bagian K)
    - Pupuk susulan diberikan 30 HST (2/3 bagian N)
  • Cara Pemupukan
  • Pupuk diberikan dengan cara ditugal atau ditebar diantara larikan pada kedalaman 3 - 5 cm

h. Pengairan

    Pengairan dilakukan pada awal pertumbuhan dan tanaman menjelang berbungan

i. Pengendalian OPT

  • OPT utama pada tanaman jagung adalah lalat bibit, ulat tanah, lundi, bulai, karat daun dan busuk tongkol
  • Pengendalian OPT dilakukan dengan cara pengaturan pola tanam, pengolahan tanah yang baik, sanitasi kebun dan penggunaan pestisida (sebagai langkah terakhir

Panen dan Pasca Panen

a. Ciri dan umur anen

  • Berumur 86 - 96 HST (tergantung varietas)
  • Tongkol atau kelobot mulai kering
  • Biji kering, keras, dan mengkilap dan jika ditekan tidak membekas

b. Cara Panen

  • Sebelum panen dilakukan pengupasan kelobot untuk mempercepat pengeringan
  • Panen dilakukan dengan cara memutar tongkol berikut dengan kelobotnya atau dengan mematahkan tangkai buah
  • Biji kering, keras, dan mengkilap dan jika ditekan tidak membekas

c. Pasca Panen

  • Pemipilan dilakukan secara manual atau dengan alat mekanik
  • Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur atau menggunakan mesin pengering (Silo) sampai kadar air berkisar 14 %
  • Pembersihan dilakukan dengan cara ditampi atau diblower
  • Pengepakan dan penyimpanan. Biji jagung yang sudah bersih dan kering dimasukkan kedalam karung dan disimpan pada tempat yang aman dan kering

Budidaya Padi

a. Syarat Tumbuh

  • Curah hujan 600 - 1200 ml/bulan
  • Suhu terbaik 15 - 30 oC
  • Ketinggian tempat 0 s/d 1300 m dpl
  • Jenis tanah yang cocok: tanah merah (Latosol), tanah liat berpasir (Grumoso) dan tanah endapan (Aluvial)

b. Persemaian

  • Tanah diolah atau dibajak dan dibiarkan dalam kondisi macak-macak. Setelah 7 hari dilakukan pengolahan kedua sekaligus membersihkan lahan dari tanaman padi yang tumbuh liar dan gulma
  • Dibuat bedengan dengan ketinggian 5 - 10 cm, lebar 110 cm dan panjang sesuai kebutuhan
  • Tabur benih secara merata sebanyak 25 - 50 gram/m2. Sebelumnya direndam selama 24 jam kemudian diperam selama 24 jam
  • Pupuk dengan Urea, SP36 dan KCL masing-masing 15 gram/m2

c. Pengolahan Lahan

  • Tanah dibajak kemudian dibiarkan 1 - 2 minggu
  • Tanah digaru untuk melumpurkan dan meratakan tanah

d. Penanaman

  • Bibit yang ditanam berumur antara 15 - 21 hari. Jumlah bibit 2 - 3 batang per lubang
  • Jarak tanam tergantung kondisi setempat, umumnya 20 x 20 cm; 25 x 25 cm; atau jajar legowo 2:1 ; 4:1
  • Bibit ditanam dengan kedalaman 1 - 2 cm
  • Penyulaman dilakukan pada 7 hari setelah tanam

e. Pemupukan

  • Dosis pupuk per hektar secara umum adalah: N 90 - 120 kg, P2O5 60 kg, K2O 50 kg, atau berdasarkan teknologi Bagan Warna Daun (BWG) dan perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS)
  • Pupuk dasar diberikan sebelum tanam atau pada saat tanam, dengan dosis 1/3 bagian N, P2O5dan K2O diberikan sekaligus
  • Pupuk susulan pertama diberikan pada usia tanaman 2 minggu dengan dosis 1/3 bagian N
  • Pupuk susulan kedua diberikan pada usia tanaman 2 minggu dengan dosis 1/3 bagian N

f. Pengairan

  • Sejak tanam hingga satu minggu kemudian, air perlu tersedia cukup untuk mendukung pertumbuhan akar tanaman dan anakan baru
  • Menjelang pemupukan dilakukan pengeriangan sampai keadaan macak-macak
  • Fase primordia sampai fase bunting, lahan digenangi setinggi 5 cm untuk menekan pertumbuhan anakan baru
  • Selama fase bunting sampai fase berbunga, secara priodik lahan diairi dan dikeringkan
  • Pada fase pengisian biji, ketinggian air di pertahankan sekitar 3 cm. Setelah fase pengisian biji, lahan diairi dan dikeringkan secara bergantian
  • Seminggu menjelang panen, lahan mulai dikeringkan agar proses pematangan biji lebih cepat dan lahan tidak becek saat panen

g. Penyiangan

  • Penyiangan dilakukan paling sedikit 2 kali dengan menggunakan landak atau gasruk
  • Penyiangan dilakukan menjelang pemupukan susulan pertama dan kedua

h. Pengendalian OPT

  • Hama utama padi: Tikus Sawah, Wereng Coklat, Penggerek Batang Padi dan Keong Mas
  • Penakit utama padi: Tungro dan Hawar Daun Bakteri
  • Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara hayati, biopestisida, fisik dan mekanis serta pestisida kimia sesuai dengan anjuran

i. Panen

  • Waktu panen yang tepat adalah pada saat biji masak fisiologis, yaitu sekitar 90 - 95 % malai telah menguning
  • Gunakan alat potong (sabit bergerigi) yang tajam untuk memperkecil tingkat kerontokan gabah saat panen
  • Potong jerami sekitar 20- 25 cm diatas permukaan tanah, kemudian diletakkan dan ditumpukkan diatas alas terpal plastik atau goni bekas
  • Padi yang sudah dipotong secepatnya dirontok menggunakan banting baertirai atau Power Tresher